Dikhawatirkan orang yang berpendidikan tapi sombong adalah
Dia merasa paling benar , merasa paling pintar , dan merasa paling eksklusif , sehingga akal , pikiran dan hatinya tertutup untuk menerima sebuah kebenaran , apalagi kebenaran nya itu datang dari orang yg mereka anggap "bodoh" .
Ilmu bagi orang sombong bukannya untuk memperbaiki diri dan penyelamat, mereka cenderung menggunakan ilmunya hanya untuk mendebat dan mendukung opini mereka sendiri.
Mereka juga dengan seenaknya menilai keimanan dan ketaqwaan seseorang menurut versi mereka sendiri , bukan berdasar pada Al Quran , Sunnah dan Hadist, padahal yg berhak menilai keimanan dan ketaqwaan seseorang adalah Allah SWT .
Dalam sebuah hadist diriwayatkan :
Sombong itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia,” (Riwayat Muslim)
Allāh Ta’ala berfirman;
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻟِﻢَ ﺗَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻣَﺎ ﻟَﺎ
ﺗَﻔْﻌَﻠُﻮﻥَ ( 2) ﻛَﺒُﺮَ ﻣَﻘْﺘًﺎ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻥْ ﺗَﻘُﻮﻟُﻮﺍ
ﻣَﺎ ﻟَﺎ ﺗَﻔْﻌَﻠُﻮﻥَ
“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Sungguh besar murka Allāh jika kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan” (QS. Ash Shāff : 2-3)
ﺃَﺗَﺄْﻣُﺮُﻭﻥَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﺑِﺎﻟْﺒِﺮِّ ﻭَﺗَﻨْﺴَﻮْﻥَ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ
ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ ﺗَﺘْﻠُﻮﻥَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﺃَﻓَﻠَﺎ ﺗَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ
“Apakah kalian menyuruh manusia untuk berbuat kebajikan dan kalian melupakan diri kalian sendiri
sedangkan kalian membaca kitab? Apakah kalian tidak berpikir?” (QS Al Baqārāh : 44)
Al Khātib Al Baghdadi rāhimahullāh mengatakan;
ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻌﻠﻢ ,ﺓﺮﺠﺷ ﻭ .ﺓﺮﻤﺛ ﻞﻤﻌﻟﺍ ﻭ ﻟﻴﺲ
ﻳﻌﺪّ ﻋﺎﻟﻤﺎ ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﺑﻌﻠﻤﻪ ﻋﺎﻣﻼ
“Sesungguhnya ilmu adalah pohon, sedangkan amal adalah buahnya. orang yang tidak mengamalkan
ilmunya tidaklah dianggap sebagai orang yang berilmu” (Iqtidhā-ul ‘Ilmi Al ‘Amal, hal. 18).
Cobalah kita mencontoh dari seorang Khalifah besar umat islam, yaitu Abu bakar RA,
Abu Bakar RA adaalah seorang Khalifah , pemimpin umat setelah wafatnya nabi, beliau saja mampu berkata kepada para sahabat, ”Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah orang yg paling baik di kalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!”.
Wallahu ‘alam