Melakukan aktivitas ketika shaum
Ada hikmah mengapa dalam islam Allah SWT mewajibkan harus menjalankan ibadah shaum. Tentu bukan untuk membuat kita susah, tapi untuk mendapatkan berkah. salah satu manfaat nyata untuk kesehataan adalah dapat mencegah penyakit maag.
Pada saat shaum kecenderungan pola makan orang yang bershaum akan teratur, dan mereka akan lebih memperhatikan asupan yang mereka makan dan minum , yaitu memilih dengan asupan makanan dan minuman yang sehat seperti "Empat sehat lima sempurna", dan menghidari asupan-asupan yang mengganggu kesehatan seperti fast food dan junk food. hal inilah yang akan mengurangi resiko terkena penyakit maag.
Manfaat yang lain adalah timbulnya rasa "empati" kita terhadap orang yang kesusahaan, atau "orang miskin", kenapa begitu? shaum adalah menahan makan dan minum dari mulai terbit fajar sampai matahari mulai tenggelam, dan ini cukup membuat orang yang bershaum merasakan bagaimana rasanya lapar dan haus, sehingga dengan merasakan sendiri rasa lapar dan haus itu, maka rasa sensitvitasnya akan tersentuh dan timbullah rasa "empati " terhadap penderitaan orang miskin yang kelaparan.
Ketika sedang melakukan shaum, bukan berari kita harus bermalas-malasan
membiasakan diri untuk beraktivitas meski hanya membaca sangat bermanfaat bagi orang yang bershaum.
Di bawah ini beberapa aktivitas yang bisa dilakukan saaat menjalankan shaum;
1. Memperbanyak sholat sunnah
Selain mengerjakan sholat fardu, alangkah lebih baiknya menambah dengan sholat sunnah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mensyari’atkan shalat sunnah untuk meningkatkan amal manusia dan menutupi segala kekurangan dan kelalaian yang ada, sebagaimana hal itu diperintahkan oleh Allah dalam Kitab-Nya yang agung, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ
“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada sebagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” [Huud/11: 114]
أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ اْلإِسْـلاَمِ، فَقَالَ: (خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ). فَقَالَ الرَّجُلُ: هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهُنَّ؟ قَالَ: (لاَ، إِلاَّ أَنْ تَطَوَّعَ).
“Bahwa seseorang bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang (kewajiban-kewajiban) dalam Islam, lalu beliau menjawab, ‘(Melaksanakan) shalat lima waktu dalam sehari semalam.’ Orang itu bertanya lagi, ‘Adakah kewajiban lain atas diriku?’ Beliau menjawab, ‘Tidak ada, kecuali engkau mengerjakan shalat sunnah.'” HR. Al-Bukhari, kitab al-Iimaan bab az-Zakaati minal Islaam, (hadits no. 46) dan Muslim, kitab al-Iimaan, bab Bayaanish Shalawaatillatii hiya Ahadi Arkaanil Islaam (hadits no. 11).
مَنْ صَلَّى فِيْ يَوْمٍ، اِثْنَتَيْ عَشْـرَةَ رَكْعَةً، تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيْضَةٍ، بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ.
“Barangsiapa yang melakukan shalat sunnah selain shalat fardhu dalam sehari dua belas raka’at, maka Allah pasti akan membangunkan untuknya sebuah rumah di Surga.' HR. Muslim, kitab Shalaatil Musaafiriin bab Fadhlis Sunanir Raatibah Qablal Faraa-idh wa ba’da hunna wa Bayaan ‘Ada-dihinna (hadits no. 728).
2. Tadarus
Dari makna bahasa, tadarus berasal dari asal kata darosa-yadrusu, yang artinya mempelajari, meneliti, menelaah, mengkaji, dan mengambil pelajaran. Lalu ketambahan huruf ta' di depannya sehingga menjadi tadaarosa-yatadaarosu, maka maknanya bertambah menjadi saling belajar atau mempelajari secara lebih mendalam.
kegiatan ini sangat bermanfat selain akan bertambah ilmu dan tidak memerlukan energi banyak , juga bernilai ibadah.
3. Melakukan aktivitas( كتاب أنزلناه إليك مبارك ليدبروا آياته وليتذكر أولوا الألباب )
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka mentadabburi (memperhatikan) ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” [Shad : 29]
Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
« اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه »
“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]
membiasakan diri untuk beraktivitas meski hanya membaca sangat bermanfaat bagi orang yang bershaum. terlebih jika yang berpuasa itu memiliki masalah dengan lambung. Jika seseorang itu beraktivitas, maka otak akan merangsang keluarnya hormon katekolamin.
Hormon ini mempunyai efek mengurangi keluarnya asam lambung dan gerak usus, serta menghancurkan simpanan gula maupun lemak yang ada didalam tubuh, sehingga kita akan sehat dalam melaksanakan shaum.
4. Sempatkan berolah raga
sangat penting sekali memelihara tubuh agar tetap bugar, walaupun pada saat shaum sekalipun, hal ini bisa dilakukan dengan melakukan olah raga.
olah raga yang tepat pada saat shaum akan memberikan dampak yang baik bagi kesehatan dan kebugaran tubuh, olah raga yang disarankan para ahli ketika sedang menjalankan shaum adalah Rendahkan tingkat intensitas olahraga kita
sangat penting sekali memelihara tubuh agar tetap bugar, walaupun pada saat shaum sekalipun, hal ini bisa dilakukan dengan melakukan olah raga.
olah raga yang tepat pada saat shaum akan memberikan dampak yang baik bagi kesehatan dan kebugaran tubuh, olah raga yang disarankan para ahli ketika sedang menjalankan shaum adalah Rendahkan tingkat intensitas olahraga kita
Ketika berpuasa, secara alami akan terjadi penurunan metabolisme tubuh. Ini terjadi karena asupan energi (nutrisi dari makanan dan minuman) yang terbatas. Secara umum, jenis latihan atau olahraga tingkat rendah sampai sedang adalah yang paling direkomendasikan untuk mengatasi hal di atas sedangkan memaksakan diri untuk berolahraga intensitas tinggi malah akan membuat kita merasa lemas..
Jenis olahraga intensitas rendah sampai sedang yang cocok untuk berpuasa yaitu berjalan kaki (bisa jalan cepat) sampai jogging santai, bersepeda ringan dengan jalur yang tidak menanjak, kegiatan membersihkan rumah, gerakan peregangan tubuh , dan senam ringan, yoga.
waktu berolah raga dapat dilakukan pada waktu-waktu berikut
Olahraga di pagi hari
Biasanya olahraga pagi dilakukan setelah sahur, sekitar 2-3 jam setelah kita menutup santapan. Tapi tergantung asupan seperti apa yang kita santap yang mempengaruhi jenis olahraga yang disarankan. Olahraga yang tepat di pagi hari adalah jalan atau bersepeda santai, berjalan ke mesjid ketika sholat shubuh, membersihkan rumah juga dapat menjadi solusi yang menguntungkan.
Olahraga sesaat sebelum berbuka puasa
Olahraga sesaat sebelum berbuka puasa di Indonesia dikenal juga sebagai “ngabuburit”. Beberapa jurnal banyak yang menyarankan agar olahraga dilakukan pada waktu ngabuburit. Normalnya olahraga sore dilakukan dua jam sebelum berbuka, (tidak lebih dari 120 menit, atau disarankan 45-90 menit). Olahraga permainan banyak dilakukan saat ngabuburit, seperti futsal, sepakbola, bulu tangkis, voli, dan lain sebagainya. bagi yang gemar latihan angkat beban di gimnasium, disarankan untuk melakukan latihan angkat beban ketika tubuh sedang tidak berpuasa, apalagi pada sore hari saat sisa energi sedang dalam tingkat yang paling sedikit.
Olahraga setelah berbuka puasa
Olahraga setelah berbuka dapat dilakukan karena memberikan kesempatan bagi kita untuk makan dan minum sebelum, selama, dan sesudah olahraga. Olahraga disarankan paling cepat dilakukan satu setengah jam (90 menit) setelah berbuka. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan pada jaringan otot karena otot belum sepenuhnya siap untuk diberikan beban.
Olahraga jenis apapun pada waktu ini, baik olahraga individu, angkat beban, cardio (di atas treadmill), maupun olahraga permainan, tidak memiliki risiko yang setinggi ketika berolahraga di pagi atau sore hari ketika berpuasa. Olahraga dan latihan di gimasium berintensitas tinggi dapat juga dilakukan, durasi latihan yang disarankan adalah sekitar 30 menit.
Olahraga menjelang sahur
Dari hasil penelitian ilmiah , olahraga berlari ataupun cardio waktu terbaik untuk melakukannya adalah sebelum sahur. Berolahraga pada waktu ini akan membuat kita bisa menghilangkan lemak secara maksimal. Hal terbaik untuk memulainya adalah bangun dan minum banyak air dengan secangkir kopi atau teh, tunggu 30 menit, dan lakukan lari atau cardio selama 30-45 menit dengan intensitas sedang.
5. Memberbanyak ibadah
Selama bulan Ramadhan, Rasul SAW senantiasa memperbanyak amalan, seperti shalat malam, tadarus Alquran, zikir, tasbih, dan sedekah.
Selama bulan Ramadhan, Rasul SAW senantiasa memperbanyak amalan, seperti shalat malam, tadarus Alquran, zikir, tasbih, dan sedekah.
6. Iktikaf
Memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, Rasul SAW meningkatkan aktivitas ibadahnya, terutama dengan iktikaf.
Nah itulah beberapa aktivitas positive yang dapat dilakukan pada saat sedang menjalankan ibadah shaum, semoga bermanfaat untuk teman-teman yang sedang melaksanakan ibadah shaum.
TipS agar tetap sehat di bulan Ramadhan Bagian III berikutnya adalah tips berbuka ala Rasullulah.
Semoga bermanfaat
Wallahu ‘alam
Wallahu ‘alam